Laman

Senin, 12 November 2012

Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan dari otoritas moneter (bank sentral) dalam bentuk pengendalian agregat moneter (seperti uang beredar, uang primer, atau kredit perbankan) untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Perkembangan perekonomian yang diinginkan dicerminkan oleh stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, dan kesempatan kerja yang tersedia.
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement“, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
Tujuan Kebijakan Moneter
v  Mengedarkan mata uang sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dalam perekonomian.
v  Mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan likuiditas perekonomian dan stabilitas tingkat harga.
v  Distribusi likuiditas yang optimal dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan pada berbagai sektor ekonomi.
v  Membantu pemerintah melaksanakan kewajibannya yang tidak dapat terealisasi melalui sumber penerimaan yang normal.
v  Menjaga kestabilan Ekonomi
Artinya pertumbuhan arus barang dan jasa seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.
v  Menjaga kestabilan Harga
Harga suatu barang merupakan hasil interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang tersedia di pasar.
v  Meningkatkan kesempatan kerja
Pada saat perekonomian stabil pengusaha akan mengadakan investasi untuk menambah jumlah barang dan jasa sehingga adanya investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga memperluas kesempatan kerja masyarakat.
v  Memperbaiki neraca Perdagangan Kerja Masyarakat
Dengan jalan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri atau sebaliknya.
Jenis-jenis Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter ketat (tight money policy) untuk mengurangi/membatasi jumlah uang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi.
Kebijakan moneter longgar (easy money policy) untuk menambah jumlah uang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi.
Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukur dengan :
Kesempatan Kerja
Semakin besar gairah untuk berusaha, maka akan mengakibatkan peningkatan produksi. Peningkatan produksi ini akan diikuti dengan kebutuhan tenaga kerja. Hal ini berarti akan terjadinya peningkatan kesempatan kerja dan kesehjateraan karyawan.
Kestabilan harga
Apabila kestablian harga tercapai maka akan menimbulkan kepercyaan di masyarakat. Masyarakat percaya bahwa barang yang mereka beli sekarang akan sama dengan harga yang akan masa depan.
Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran internasional yang seimbang menunjukkan stabilisasi ekonomi di suatu Negara. Agar neraca pembayaran internasional seimbang, maka pemerintah sering melakukan kebijakan-kebijakan moneter.
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.
Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
Kredit selektif
Politik bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara memperketat pemberian kredit
Politik sanering
Ini dilakukan bila sudah terjadi hiper inflasi, ini pernah dilakukan BI pada tanggal 13 Desember 1965 yang melakukan pemotongan uang dari Rp.1.000 menjadi Rp.1
Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia.


Iklim Junghun

Junghuhn seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda, mengadakan penelitian di Sumatra Selatan dan Dataran Tinggi Bandung. Berdasarkan hasil penelitiannya F. Junghuhn membagi iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian tempat.
Empat daerah iklim menurut F. Junghuhn adalah sebagai berikut.
1. Zona Iklim Panas
Zona iklim panas terletak pada daerah dengan ketinggian antara 0 – 650
meter dan temperatur antara 26,3 °C – 22 °C.
2. Zona Iklim Sedang
Zona iklim sedang terletak pada daerah dengan ketinggian antara 650 – 1500
meter dan temperatur antara 22 °C – 17,1 °C.
3. Zona Iklim Sejuk
Zona iklim sejuk terletak pada daerah dengan ketinggian antara 1500 – 2500
meter dan temperatur antara 17,1 °C – 11,1 °C.
4. Zona Iklim Dingin
Zona iklim dingin terletak pada daerah dengan ketinggian di atas 2500
meter dan temperatur kurang dari 11,1 °C.



Iklim fisis adalah berdasarkan fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan.

Iklim fisis terdiri dari :
  1. Iklim laut (Maritim)
Iklim laut berada di daerah tropis dan subtropis; dan daerah sedang. Keadaan iklim kedua daerah berbeda. Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:
    • Suhu rata-rata tahunan rendah
    • Amplitudo suhu harian rendah/kecil
    • Banyak awan
    • Sering hujan lebat disertai badai.
Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
    • Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
    • Banyak awan
    • Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik
    • Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.
  1. Iklim Darat (Kontinen)
Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40º , yaitu sebagai berikut :
    • Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil
    • Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.
Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
    • Amplitudo suhu tahunan besar
    • Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah
    • Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.
  1. Iklim Dataran Tinggi
Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
    • Amplitudo suhu harian dan tahunan besar
    • Udara kering
    • Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah
    • Jarang turun hujan.
  1. Iklim Gunung
Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:
    • Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi
    • Terdapat di daerah sedang
    • Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
    • Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan
    • Kadang banyak turun salju
  1. Iklim Musim (Muson)
Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
    • Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan
    • Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau
Iklim Laut


Folklore (SMA kelas X)

Yo semuanya, kali ini ane bakalan mosting soal folklore nih.

Cekidot yaa!!

Folklore
Ø      Folklore berasal dari kata Folk & Lore
Folk    : Sekelompok orang yang memiliki ciri- ciri fisik, sosial, dan kebudayaan yang sama. Dapat dibedakan dengan kelompok lain.
Lore   : Kebudayaan yang diwariskan secara turun- temurun melalui contoh/ alat bantu pengingat.
Pengertian Folklore secara umum
Ø      Sebagian kebudayaan yang disebarkan dan diwariskan secara turun- temurun baik dalam bentuk lisan maupun non-lisan maupun contohh yang disertai dengan gerak isyarat / alat bantu pengingat.

Fungsi Folklore
Ø      Sebagai sistem proyeksi
Ø      Sebagai alat pendidikan anak- anak
Ø      Sebagai penggagas dan pemaksa norma- norma
Ciri- ciri Folklore
Ø      Menyebar dan diwarisi secara lisan
Ø      Bersifat tradisional
Ø      Adanya versi yang berbeda
Ø      Bersifat anonim (tidak jelas pengarangnya)
Ø      Mempunyai pola
Ø      Mempunyai fungsi dalam kehidupan masyarakat
Ø      Menjadi milik bersama masyarakat tertentu
Penggolongan Folklore
Ø      Folklore lisan
Ø      Folklore sebagian lisan
Ø      Folklore bukan lisan

1. Folklore Lisan
Pengertian : Folklore yang berbentuk murni lisan
Ex:
Ø      Bahasa rakyat               : Julukan, pangkat, titel kebangsawanan
Ø      Ungkapan tradisional    : Peribahasa, Pepatah
Ø      Pertanyaan tradisional   : Teka- teki
Ø      Puisi rakyat                   : Pantun, gurindam, syair
Ø      Cerita prosa                 : Mite, legenda, dongeng

2. Folklore Sebagian Lisan
Pengertian : Campuran antara unsur lisan dan bukan lisan
Ex:
Ø      Permainan rakyat
Ø      Teater rakyat
Ø      Tari rakyat
Ø      Upacara Adat
Ø      Pesta rakyat

3. Folklore Bukan Lisan
Pengertian : cara pembuatannya diajarkan secara lisan
Ex:
Ø      Makanan & minuman tradisional
Ø      Obat- obatan tradisional
Ø      Pakaian tradisional
Ø      Prasasti & benda- benda suci

Pengangguran (SMA kelas XI)

Kali ini gue bakal mosting soal penggangguran, jenisnya, & cara mencegahnya
Cekidot guys..

Pengangguran

Ø      Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan usaha
Ø      Pengangguran bukan berarti mereka yang pasif, tetapi orang yang aktif mencari pekerjaan / membuat suatu usaha baru

Jenis Pengangguran
Ø      Menurut jumlah jam kerja
1.Pengangguran terbuka
            Tenaga kerja yang bersungguh- sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Menganggur secara nyata
2. Setengah Pengangguran
            Bagian dari angkutan kerja yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu)
a). Setengah menganggur terpaksa
b). Setengah menganggur sukarela
3. Pengangguran Terselubung
            Tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu

Faktor Penyebab Pengangguran
1. Faktor Friksional
            Kendala waktu, informasi, kondisi geografis antar pelamar kerja & lowongan kerja. Sifatnya sementara
2. Faktor Siklus
            Naik & turunnya kegiatan ekonomi dapat mempengaruhi tenaga kerja
3. Faktor Struktural
            Perubahan struktur ekonomi. Contoh : Cara tradisional menjadi modern
4. Faktor Teknologi
            Tenaga manusia digantikan teknologi

Akibat Pengangguran
1. Bagi Perekonomian Negara
Ø      Menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya
Ø      Menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang
Ø      Tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi
2. Bagi Individu & Masyarakat
Ø      Menyebabkan masyarakat kehilangan mata pencaharian
Ø      Menimbulkan ketidakstabilan politik
Ø      Menghilankan keterampilan masyarakat





Cara Mengatasi Pengangguran

Ada beberapa cara yang biasa digunakan diantaranya :
1.      Proyek padat karya
2.      Menarik investor baru
3.      Pengembangan transmigrasi
4.      Memberikan bantuan pinjaman lunak untuk UKM
Cara Mengatasi Pengangguran Konjungtural
Ø      Meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pasar menjadi ramai & akan menambah jumlah permintaan
Ø      Mengatur bunga bank agar tidak terlalu tinggi sehingga investor lebih suka menginvestasikan uangnya
Cara Mengatasi Pengangguran Struktural
Ø      Menyediakan lapangan kerja baru
Ø      Pelatihan tenaga kerja baru
Ø      Menarik investor
Cara Mengatasi Pengangguran Musiman
Ø      Pelatihan keterampilan lainnya
Ø      Menginformasikan lowongan pekerjaan yang ada di sektor lain


Minggu, 04 November 2012

Jenis Jenis SDA dan Perssebarannya


No
Jenis SDA
Hasil
Tempat
Guna
1
Nabati



1.1
Pertanian



a
Lahan Basah
Padi
Jawa
Bahan
Pangan
b
Lahan Kering
Kacang Tanah,Ubi,Kayu,Kedelai
Jawa,Bali,Sulawesi
Bahan Pangan
1.2
Hutan
Meranti,Pulai,Jati,Kayu Besi,Cendana
Kalimantan
Bahan
Papan
1.3
Perkebunan



a
Perkebunan Besar
Kelapa,Karet,
Tembakau,Teh
Jabar,Jatim,
Kalimantan
Bahan Pangan, Kebutuhan Rumah Tangga
b
Perkebunan Rakyat
Kopi,Kelapa Sawit,Tebu,Cengkeh
Jabar,Jatim,
Sulawesi
Bahan Pangan, Kebutuhan Rumah Tangga
2
Hewani



2.1
Peternakan



a
Hewan Besar
Sapi,Kerbau,
Kambing,Kuda
Jabar,Jatim,
Bali,NTT
Bahan Pangan,Kendaraan
b
Hewan Kecil
Kelinci, Domba
Jawa,Madura,Bali,
NTT, Sulsel
Bahan Pangan,
Pakaian
c
Unggas
Ayam,Merpati,
Itik,Bebek

Bahan Pangan,
Pupuk Kandang
3
Mineral



3.1
Tambang
Minyak Bumi,Gas Bumi,Batubara
Papua,Sulawesi,
Sumatera
Bahan bakar, PLTU
3.2
Logam
Timah,Tembaga,
Bauksit,Emas
Papua,Kalimantan
Perhiasan
3.3
Non-Logam
Mangan,Batu Gamping,Belerang
Jawa,Papua,
Kalimantan
Perhiasan
4
Air



4.1
Sungai
Ikan,Air Tawar,
Pasir,Batu
Seluruh Indonesia
PLTA,PDAM,
Transportasi,
Irigasi
4.2
Laut
Ikan,Rumput Laut,Minyak,
Gas Bumi
Seluruh Indonesia
PLTA,Tranportasi,
Bahan Pangan
4.3
Danau
Pasir,Batu,Ikan
Seluruh Indonesia
PLTA,Irigasi,
Objek Wisata
4.4
Rawa
Air Payau,Ikan
Di daerah pantai
Pertanian
4.5
Waduk
Air Tawar,Ikan
Seluruh Indonesia
Irigasi, Bahan Pangan,PLTA
5
Udara
Angin
Seluruh Indonesia
Transportasi
6
Matahari
Sinar Matahari
Seluruh Indonesia
PLTS
7
Tanah



7.1
Vulkanik
Abu Vulkanik
Pegunungan
Menyuburkan Tanaman
7.2
Aluvial
Tanah Subur
Sumsel,Riau,
Kalimantan
Tempat menanam
7.3
Humus
Tanah Humus
Pedesaan,Hutan
Tempat menanam
7.4
Laterit
Pelarutan Garam-garam
Banten,Kalbar,
Gunung Kidul
Tempat menanam
7.5
Terrarosa
Batu Kapur
Jawa,Sulteng,
Aceh
Penanaman Padi,
Palawija
7.6
Mergel
Kapur,Tanah Liat,
Pasir
Madura,
Sulawesi Tenggara
Penanaman Jati
7.7
Gambut
Tanah Basah
Kalimantan,Riau,
Irian Jaya
Pertanian