Laman

Minggu, 21 Oktober 2012

Kandungan Surat Al-Isra 26-27

QS AL ISRA AYAT 26 - 27 MENYANTUNI KAUM DHUAFA

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

26. Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

Tajwid

  1. الْقُرْبَى          = Idhar Qamariyah (Alif lam bertemu qaf)
  2. وَابْنَ السَّبِيلِ   = Qalqalah Sughra (Ba’mati ditengah kata)
  3. تَبْذِيرًا           = Mad Tabi’i (Kasrah bertemu ya’ sukun)
  4. الشَّيَاطِينِ       = Idgham Syamsiyah (Alif lam bertemu syin)

Arti Kata

 وَآتِ                  = Dan berikanlah
ذَا الْقُرْبَى             = Kepada keluarga terdekat
حَقَّهُ                   = Akan haknya
وَالْمِسْكِينَ                  = Dan orang miskin
وَابْنَ السَّبِيلِ         = Dan orang yang dalam perjalanan
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا      = Dan janganlah menghamburkan hartamu secara boros
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ         = Sesungguhnya pemboros itu
كَانُوا                  = Adalah
إِخْوَانَ                = Saudara
الشَّيَاطِينِ             = Setan- setan
وَكَانَ                  = Dan adalah
الشَّيْطَانُ              = Setan
لِرَبِّهِ                   = Kepada Tuhannya
Kandungan :
Pada setiap harta seseorang terdapat milik orang lain. Karena secara tidak langsung harta yang dimiliki merupakan hasil bantuan orang lain (QS.Adz-Dzariat {51}:19). Mengenai distribusi pemberian hak, hendaklah kaum kerabat didahulukan kemudian orang- orang yang hidup dalam kemiskinan, juga orang- orang yang sangat membutuhkan termasuk ibnu sabil atau musafir (QS. Al-Baqarah {2} :177)
Dengan ditunaikannya hak dengan cara yang baik, juga pelayanan yang prima yang telah diberikan, maka dengan sendirinya akan mempererat persaudaraan dan tali kasih sayang (QS.At-Taubah {9}:103)
Memberi kepada orang lain merupakan perbuatan yang sangat mulia karena dapat meringankan beban orang lain, sementara menghamburkan- hamburkan harta merupakan perbuatan yang sangat tercela (QS.Al-Isra {17}:29), karena megikuti gaya hidup setan dengan mengumbar hawa nafsu yang ada pada diri sendiri (QS.Al-Isra {17}:21). Dan setan itu sendiri makhluk yang sangat ingkar pada Tuhannya. (QS.An-Nuur {24}:21.

                 


2 komentar:

  1. Subhanallah.. mengingatkan saya.. trimaksaih :)

    BalasHapus
  2. alhamdulillah, terima kasih sudah post surat yang saya cari ini...
    selain mengingatkan saya surat ini juga membantu menyelesaikan tugas saya

    BalasHapus